Arsip Tag: Harga Terbaru

Harga Rumah Tipe Kecil Terbaru 2016

Harga Terbaru – Bank Indonesia (BI) memprediksi, harga property residensial naik pada kuartal pertama th. ini. Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs mengungkap, indeks harga property residensial dengan cara kuartalan masihlah naik 0, 89 %. Tetapi, kenaikannya melambat dari pada kuartal ke empat th. lantas yang terdaftar 1, 54 %.

’’Kenaikan harga yang melambat diprediksikan berlangsung pada semuanya type rumah. Terkecuali rumah type kecil yang naik lebih tinggi, yaitu 1, 29 %. Berdasarkan lokasi, kenaikan harga rumah yang melambat diprediksikan berlangsung di Balikpapan serta Jabodebek-Banten, ’’ katanya, Jumat (13/2).

Melambatnya kenaikan harga property residensial juga berlangsung dengan cara tahunan (yoy). Pada kuartal pertama th. ini, harga property bertambah 5, 70 % (yoy) atau lebih rendah daripada kuartal th. terlebih dulu 6, 29 %.

’’Dilihat berdasarkan type bangunan, perlambatan kenaikan harga diprediksikan berlangsung pada semuanya type rumah, terlebih yang besar. Berdasarkan lokasi, perlambatan kenaikan harga paling tinggi harga keramik diprediksikan berlangsung harga tv led di Jabodebek-Banten, ’’ tuturnya.

Berdasarkan hasil survey harga property residensial, beberapa besar customer memiliki pendapat kalau aspek terpenting yang bisa menghalangi perkembangan usaha property yaitu kenaikan suku bunga KPR (22, 46 %). Lantas, ada juga kenaikan harga bahan bangunan (20, 12 %), duit muka rumah (17, 41 %), serta cost perizinan (14, 19 %).

Pada kuartal ke empat th. lantas, harga property residensial bertambah lebih tinggi dari pada kuartal terlebih dulu. Terdaftar, survey harga property residensial di 16 kota bertambah 1, 54 % (qtq) atau lebih tinggi dari pada 1, 46 % pada kuartal terlebih dulu. Menurutnya, harga keramik terbaru aspek terpenting penyebabnya kenaikan harga tv led terbaru harga property residensial yaitu lonjakan harga bahan bangunan, melejitnya harga BBM, serta gaji pekerja. Dengan cara kuartalan (qtq), penambahan harga paling tinggi berlangsung pada rumah type besar.

’’Berdasar lokasi, Balikpapan mencatat kenaikan harga tertinggi, ’’ ucapnya. Disamping itu, dengan cara tahunan (yoy), harga property residensial alami kenaikan yang melambat. Peter menjelaskan, perkembangan harga property residensial dengan cara tahunan meraih 6, 29 % (yoy) atau lebih rendah dari pada kuartal ketiga th.

Lantas, yaitu 6, 53 % (yoy). Menurutnya, penambahan penjualan terlebih berlangsung pada rumah type kecil. ’’Hal ini searah dengan melambatnya kenaikan harga sepeda polygon harga rumah type kecil pada kuartal IV 2014, harga helm ink ’’ tuturnya.

Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah memberikan, kenaikan harga property residensial memanglah berlangsung untuk kelas atas. ’’Ini tandanya di bidang yang elegan permintaannya masihlah tinggi. Disamping itu, untuk bidang bukanlah yang elegan, harga nya relatif masihlah jalan, namun semoga tak ikut-ikutan naik juga, ’’ katanya.

Pemerintah juga tengah lakukan beragam langkah supaya pembiayaan bidang rumah murah tetaplah dapat terjangkau orang-orang. Tetapi, pihaknya juga tak dapat lakukan pembatasan apapun terkecuali kebijakan LTV (loan to value). harga lemari ’’Kebijakan dari BI, OJK, ataupun pemerintah diinginkan dapat mensupport, ’’ harga borongan bangunan tuturnya.

Berdasarkan hasil kajian BI, terdapat banyak aspek yg tidak dapat lagi dihindari cuma dengan kebijakan LTV. Dengan hal tersebut, mesti ada langkah lain. Umpamanya, menambah pajak. Demikianlah tadi informasi terbaru seputar harga yang dapat kami hadirkan untuk anda, bagi yang ingin melihat daftar harga paling update bisa lengsung menuju www.SekilasHarga.xyz

Iklan

Info Lengkap Terkait Harga Rumah Yang Akan Mengalami Kenaikan

Harga rumah seluruh tipe pada 2016 dipastikan akan ada kenaikan antara 10-15%. Kenaikan tersebut seiring terus naiknya harga tanah dan juga bahan bangunan.

Wakil Ketua REI Jateng Bidang Promosi, Humas dan Publikasi, Dibya K Hidayat mengatakan, kenaikan harga rumah setiap tahun pasti akan terjadi, tergantung dengan kondisi pasar.

“Kenaikannya pasti akan naik, tapi kapan kita belum tahu, karena juga melihat kondisi pasar. Jangan sampai dengan kenaikan harga akan berpengaruh terhadap pasar perumahan itu sendiri,” ujarnya, Rabu (9/12/2015).

harga_rumah

Menurut Dibya, kenaikan baru bisa dilakukan ketika kondisi pasar perumahan cukup baik. Namun, ketika kondisi pasar lesu pihaknya tidak akan buru-buru untuk menaikkan harga jual.

Dia mengungkapkan, harga bahan material menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga rumah. Kenaikan harga bahan bangunan pengembang mau tidak mau menaikan harga jual. “Kalau harga tanah naik, kita masih bisa menunda kenaikan harga jual rumah, tapi kalau sudah bahan bangunan itu yang susah, karena dampaknya lebih besar,” imbuhnya.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada rumah komersil saja, namun juga rumah sederhana bersubsidi atau rumah dengan Fasilitas Liquiditas Pembiayaan Perbankan (FLPP) .

Wakil Ketua REI Jateng Bidang Perumahan Sederhana, Andi Kurniawan menambahkan, untuk rumah sederhana kenaikannya masih menunggu keputusan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tergantung dari nilai harga bahan bangunan tahun depan.

Dia mengatakan, REI Jateng sebelumnya telah mengusulkan kenaikan harga terbaru untuk rumah sederhana yang sebelumnya Rp115 juta menjadi Rp150 juta. Hanya saja, REI pesimis usulan tersebut akan dikabulkan.

“Kalau kenaikan pasti memang ada, tapi memang mungkin belum bisa sesuai dengan yang kami harapkan. Kita memperkirakan tahun depan daftar harga rumah bersubsidi sekitar Rp120 juta/unit,” tambahnya sesuai dengan harga material bangunan yang juga akan mengalami kenaikan.

Andi menyebutkan, realisasi pembangunan perumahan bersubsidi atau perumahan dengan FLPP pada tahun ini, daftar harga baru terealisasi sebanyak 3.000 unit dari total target 13 ribu unit. Capaian tersebut jelas belum mampu mendukung program 1 juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintahan Jokowi-Jk.

Tidak terealisasinya pembangunan rumah bersubsidi, bukan karena tidak adanya peminat atau pasar, mengingat selama ini backlog perumahan di Jawa Tengah masih cukup tinggi yakni mencapai 400 ribu unit dan terus meningkat.

“Salah satu hal yang menghambat pembangunan perumahan rakyat adalah masalah perizinan. Perizinan di kabupaten/kota masih terlalu rumit dan prosesnya lama,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya berharap perizinan bisa dipercepat dan lebih fleksibel, untuk mendorong percepatan pembangunan satu juta rumah. “Memang tahun ini pasti tidak akan terealisasi, oleh karena itu target tersebut akan direalisasikan pada tahun 2016 mendatang, yang tentunya harus mendapatkan dukungan dari masing-masing daerah,” tandasnya